KETERAMPILAN BERKOMUNIKASI
Komunikasi sangatlah penting dalam menjalin dan menjaga hubungan dengan seseorang.
Dalam setiap pembicaraan yang kita lakukan kepada lawan bicara kita, kita harus memperhatikan beberapa hal atau etika berkomunikasi untuk menjaga perasaan, kepercayaan dan harga diri seseorang terutama pada dunia bisnis atau kerja, yaitu antara lain:
1.Berbicara dengan suara yang jelas, dalam arti suara tidak kecil maupun tidak terlalu kencang.
2.Tidak berbicara terlalu cepat maupun terlalu lambat.
3.Saat berbicara dengan lawan bicara maupun saat mendengarkan lawan bicara, mata kita harus saling melihat, sehingga tidak terkesan malu atau pun tidak mendengarkan lawan bicara.
4.Berbicara seperlunya, tidak panjang lebar tanpa arti yang jelas atau pun berputar-putar (berbelit-belit)
5.Memberikan kesempatan kepada lawan bicara untuk berbicara, sehingga tidak terkesan mendominasi berbicara.
6.Jangan menyela atau memutus pembicaraan lawan bicara apabila lawan bicara kita belum selesai berbicara, karena itu akan membuat lawan bicara kita tiak senang dan tidak dihargai.
7.Dalam berkomunikasi diharapkan menjaga emosi kita, yaitu jangan sampai terbawa emosi sehingga marah-marah kepada lawan bicara.
8.Tidak tertawa secara berlebihan dan terus menerus.
9.Sebaiknya tidak menguap saat lawan bicara sedang berbicara, karena lawan bicara akan merasa kita bosan dengan pembicaraannya.
10.Tidak mengerjakan sesuatu saat lawan bicara sedang berbicara (misalnya sambil menulis, mengetik, dan lain sebagainya).
11.Menghargai pendapat, masukan atau kritik dari lawan bicara. Artinya tidak langsung membantah.
Selanjutnya, ada beberapa tekhnik atau metode yang dapat meningkatkan keterampilan berkomunikasi kita. metode atau tekhnik tersebut adalah Induksi, dan Deduksi.
1. INDUKSI
Teknik yang satu ini merupakan teknik yang menurut saya memberikan efek yang lebih "berasa" kepada lawan bicara kita. cara ini menurut saya lebih merujuk ke "membujuk". karena teknik ini membuat lawan bicara kita cenderung akan mengikuti tujuan kita dalam pembicaraan. dengan cara, pertama-tama kita menyampaikan alasan-alasan yang mendukung tujuan utama kita. sebagai contoh, saya ingin orang tua saya membelikan saya sesuatu, handphone misalnya. sebelum saya mengutarakan tujuan utama saya, saya akan menjelaskan alasan-alasan mengapa saya ingin dibelikan handphone, seperti, media komunikasi sangat penting bagi mahasiswa IT (misalnya. -_-), agar berkomunikasi dengan dosen lebih mudah, dll. tentu saja itu akan membuat orang tua saya berpikir "oh, ia ya!". sebagai pertanda sudah mulai menerima jalan pikiran saya. lalu kemudian saya utarakan tujuan utama saya. Insya Allah akan disetujui. hehe.
2. DEDUKSI
Metode yang satu ini berkebalikan dengan metode sebelumnya yang mengutarakan alasan dahulu sebelum tujuan pembicaraan kita. Yaitu langsung kepada topik atau tujuan kita melakukan pembicaraan. atau dengan kata lain, to the point.